Tampilkan postingan dengan label Bahan Ajar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahan Ajar. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 Desember 2010

Teks Drama Debora dan Barak

Pemain: Narator, Allah, Debora, Barak, dan Yael
Narator: 20 tahun adalah waktu yang lama. Selama 20 tahun, bangsa Israel diperbudak oleh raja asing. Raja Yabin dan panglima tentaranya, Sisera, memperlakukan bangsa Israel dengan sangat buruk; namun kemudian Allah mengirim Debora untuk menyelamatkan Israel.
Allah: Debora, kamu telah melayani-Ku dengan baik sebagai hakim untuk bangsa Israel. Kamu selama ini bijaksana dalam mengambil keputusan untuk setiap masalah mereka. Kini, Aku punya tugas lain untukmu. Panggil Barak untuk menghadap kepadamu dan katakan padanya apa yang Aku katakan.
Debora: Ya, Tuhan, saya akan melakukan seperti yang Kau minta.
Narator: Debora menaati Allah dan memanggil Barak.
Debora: Barak, Tuhan, Allah Israel, memberimu perintah. Dia memerintahkanmu untuk membawa 10.000 orang pergi ke Gunung Tabor. Allah akan menjebak Sisera. Allah akan menggiringnya, sembilan ratus kereta tempurnya, dan tentaranya ke sungai. Di sana, Allah akan menyerahkan mereka semua kepadamu.
Barak: Tapi Debora, Sisera dan tentaranya jauh lebih kuat dari seluruh bangsa Israel. Kita tidak memiliki sembilan ratus kereta tempur. Jika kamu mau ikut serta, aku akan pergi. Namun jika kamu tidak mau ikut serta, aku tidak mau pergi.
Debora: Baiklah, aku akan pergi bersamamu. Tapi karena caramu melakukan ini, kamu tidak akan menerima kemuliaan apapun. Allah akan menyerahkan Sisera kepada seorang wanita.
Barak: Aku akan mengumpulkan 10.000 orang.
Narator: Barak mengumpulkan orang-orang dan melapor ke Debora.
Barak: Kita siap bertempur, Debora.
Debora: Maju! Hari ini Allah akan menyerahkan Sisera kepadamu. Bukankah Allah ada di depanmu?
Barak: Anak buahku dan aku akan berperang melawan Sisera sekarang juga bagi Allah.
Narator: Saat Barak dan tentaranya maju menyerang tentara Sisera, sesuatu yang mengejutkan terjadi.
Barak: Lihat, kereta tempur dan tentara Sisera berhamburan. Ayo kejar mereka. Sisera sudah meninggalkan kereta tempurnya sendiri. Ia berlari. Ia tidak akan bisa berlari jauh tanpa kereta tempurnya. Cari dia.
Narator: Barak mengejar Sisera. Dalam pencariannya, ia melihat seorang wanita duduk di depan tendanya.
Barak:; Hei kamu yang di dekat tenda. Siapa kamu?
Yael: Saya Yael, istri Heber orang Keni, saudara ipar Musa. Masuklah ke tendaku. Aku akan membawamu kepada orang yang kamu cari.
(Suara tenda dibuka)
Barak: Apakah kamu tahu siapa orang ini? Ia adalah panglima tentara yang sudah memperbudak Israel selama 20 tahun. Kamu telah membunuh Sisera, musuh Allah dan bangsa Israel.
Narator: Saat Debora mendengar bahwa Sisera telah mati, ia memimpin perayaan kebebasan Israel.
Debora: Puji Tuhan. Raja-raja datang dan berperang, pada waktu itu raja-raja Kanaan berperang dekat Taanakh, pada mata air di Megido, tetapi perak sebagai rampasan tidak diperoleh mereka. Dari langit berperang bintang-bintang, dari peredarannya mereka memerangi Sisera. Ketika itu menderaplah telapak kuda, karena berpacu lari kuda-kudanya. Diberkatilah Yael, isteri Heber, orang Keni itu, melebihi perempuan-perempuan lain, diberkatilah ia, melebihi perempuan-perempuan yang di dalam kemah. Demikianlah akan binasa segala musuh-Mu, ya TUHAN! Tetapi orang yang mengasihi-Nya bagaikan matahari terbit dalam kemegahannya. Puji Tuhan.
Narator: Jika kamu ingin membaca lebih banyak mengenai saat-saat Allah menyelamatkan bangsa Israel dari raja-raja asing dan dari diri mereka sendiri, baca Kitab Hakim-hakim di Alkitab Perjanjian Lama. (t/Dian)
read more...

Bermain Drama Nebukadnezar

Cara penyampaian firman Tuhan: Drama
Pemeran:
  1. Raja Nebukadnezar (oleh guru sekolah minggu).
  2. Sadrakh, Mesakh, Abednego (oleh 3 orang anak sekolah minggu).
  3. Dua orang prajurit (oleh guru sekolah minggu).
  4. Seorang guru yang menjadi narator.
Catatan:
Karena melibatkan 3 orang anak sekolah minggu, guru sebaiknya memberi tahu orang tua dan anak bahwa sang anak diminta kesediaannya untuk membantu menyampaikan firman Tuhan di sekolah minggu. Peran yang dimainkan cukup mudah: intinya mereka harus menolak bila diminta menyembah patung. Sebagai ucapan terima kasih atas partisipasi mereka dalam penyampaian firman Tuhan hari itu, berikanlah penghargaan sepantasnya.
Usulan penggunaan alat peraga/alat bantu:
  1. Pakaian dan atribut untuk raja: jubah, mahkota, dan tongkat kerajaan.
  2. Pakaian dan atribut untuk prajurit: baju tentara, pedang/tombak, dan perisai (bisa dibuat sendiri dari bahan yang tidak berbahaya).
  3. Dus besar yang bisa dimasuki 3 orang anak kecil dengan posisi berdiri (cukup bagian kakinya saja yang tertutup). Dus tersebut diberi hiasan menyerupai api yang menyala-nyala.
  4. Mahkota kecil sebanyak 3 buah (untuk diberikan pada pemeran Sadrakh, Mesakh, dan Abednego).
  5. Patung besar terbuat dari dus atau lemari yang ditutupi kain lebar (bisa juga menggunakan tumpukan kursi/meja dengan ditutupi kain).
Proses pengajaran:
Guru (narator) memulai cerita dengan menunjukkan sebuah mahkota. Tanyakan pada anak, siapa yang biasanya memakai mahkota. Guru memperkenalkan seorang raja yang jahat, raja yang tidak percaya kepada Tuhan, raja yang menyembah patung. Tekankan pada anak bahwa perbuatan raja tersebut tidak benar.
Raja Nebukadnezar masuk dan "bertingkah" sebentar. Misalnya, membentak-bentak prajurit, menyuruh mereka menyembah patung, dan meminta prajurit mengundang semua orang untuk datang kepadanya. Sambil ketakutan, para prajurit tersebut melaksanakan perintah raja.
Guru (narator) kembali menegaskan bahwa raja Nebukadnezar adalah raja yang jahat, raja yang tidak percaya kepada Tuhan, dan raja yang menyembah patung. Lalu, narator memperkenalkan tokoh lain: ada 3 orang anak Tuhan yang setia dan mencintai Allah, namanya: S, M, dan A (bila kesulitan, sebaiknya gunakan singkatan saja karena memang penyebutan nama "Sadrakh, Mesakh, dan Abednego" sulit dicerna anak).
Ketiga tokoh tersebut masuk dan memberi salam pada teman-temannya.
Tokoh 1: Halo, namaku Sadrakh.
Tokoh 2: Halo, namaku Mesakh.
Tokoh 3: Halo, namaku Abednego.
Guru (narator) menjelaskan bahwa ketiga orang tersebut adalah anak Tuhan, rajin berdoa, taat, dan mencintai Tuhan. Bila memungkinkan, guru dapat mengajak anak menyanyikan lagu:
"Baca kitab suci,
Doa tiap hari, doa tiap hari, doa tiap hari ....
Baca kitab Suci, doa tiap hari, kalau mau tumbuh ....
Kalau mau tumbuh, kalau mau tumbuh ....
Baca kitab suci, doa tiap hari,
Kalau mau tumbuh....
Sementara guru dan anak menyanyi, ketiga tokoh memerankan gaya "membaca kitab suci" dan "berdoa".
Prajurit masuk dan meminta Sadrakh, Mesakh, dan Abednego menghadap raja. Mereka kemudian pergi menghadap raja bersama-sama. Raja meminta Sadrakh, Mesakh, dan Abednego menyembah patung, tapi mereka bertiga tidak mau. Guru (narator) menjelaskan bahwa Sadrakh, Mesakh, dan Abednego hanya mau menyembah Tuhan Yesus, tidak mau menyembah patung. Dengan marah, raja menyurut prajurit memasukkan Sadrakh, Mesakh, dan Abednego ke dalam perapian yang menyala-nyala. Tapi sungguh mengherankan, ketiga orang tersebut tidak terbakar sama sekali, bahkan kepanasan pun tidak. Lalu raja menyuruh ketiganya keluar.
Guru (narator) menjelaskan bahwa Tuhan menolong Sadrakh, Mesakh, dan Abednego sehingga mereka selamat meski dibakar di dalam api.
Karena melihat perbuatan Tuhan yang ajaib, raja menghadiahkan mahkota kepada Sadrakh, Mesakh, dan Abednego (sebagai tanda bahwa raja memberi kedudukan pada mereka atas pemerintahannya di Babel).
Catatan: Bila kondisi memungkinkan, peragakan pada anak bahwa api dapat membakar segala sesuatu. Gunakan korek api dan kertas (sedikit saja), bakarlah kertas di dalam sebuah wadah tanah liat agar api tidak menyebar ke mana-mana. Pastikan situasi terkendali! Tunjukkan pada anak, bahwa Sadrakh, Mesakh, dan Abednego dimasukkan dalam "wadah" seperti wadah tanah liat tersebut. Api dalam wadah tersebut sangat besar dan panas sekali. Siapa yang masuk ke dalamnya pastilah terbakar habis.
Ide aktivitas:
1. Menempel gambar 3 orang dan api yang menyala-nyala.
2. Mewarnai gambar Sadrakh, Mesakh, dan Abednego dalam perapian yang menyala.
Penekanan pelajaran:
1. Tuhan sanggup menolong/ melepaskan anak-anakNya dari bahaya.
2. Tuhab menyertai orang yang mengasihi Dia.
read more...

Total Tayangan Halaman

Diberdayakan oleh Blogger.

About Me

Foto Saya
anto1669
welcome and congratulations to explore my blog and get experience, you need ... God bless you
Lihat profil lengkapku