Tampilkan postingan dengan label Tragedi Temanggung 2011. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tragedi Temanggung 2011. Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 Februari 2011

Tragedi Temanggung 2011

Massa Sempat Berupaya Membakar Gereja
Situasi Temanggung Sudah Kondusif
Selasa, 8 Februari 2011 | 14:49
[JAKARTA] Situasi di Temanggung saat ini sudah kondusif setelah pasukan Infantri TNI dari Magelang dan anggota polisi dari Polda Jawa Tengah tiba di Temanggung. Sesaat sebelumnya massa mencoba membakar tiga gereja di kota itu.

Seorang warga di Temanggung yang enggan disebut namanya saat dihubungi SP dari Jakarta Selasa (8/2) sore mengatakan, memang ada upaya pembakaran terhadap tiga gereja di kota itu yakni Gereja Pantekosta, Gereja Katolik, dan Gereja Shekinah, tetapi ketiga gereja itu tidak sampai terbakar.

Yang paling parah mengalami kerusakan adalah Gereja Katolik. Massa, yang menurut warga itu lebih banyak berasal dari luar Temanggung, berhasil masuk ke dalam gereja itu dan memporakporandakan seluruh isi gereja. Banku-bangku dan kursi tempat duduk umat dirusak. Patung-patung jalan salib diturunkan dai dirusak. “Segala yang ada di dalam gereja awut-awutan,” ujarnya.

Dia menambahkan, “Massa sempat memasuki ruang bina iman. Di situ kan banyak kertas. Mereka membakar kertas-kertas itu tetapi yang terbakar hanya jendela.

Sementara di Gereja Pantekosta dan Gereja Shekinah, massa juga berupaya memasuki kompleks gereja dan berupaya membakar dua gereja itu. Tetapi karena pagar dan tembok kedua gereja itu cukup tinggi, massa tidak berhasil masuk ke dalam kompleks gereja.

Menurutnya, sebenarnya jumlah massa yang terlibat dalam aksi kerusuhan di Temanggung itu tidak terlalu banyak. Bahkan kebanyakan dari mereka berasal dari luar Temanggung. Hal itu terlihat dari seragam yang mereka pakai. “Ada yang mengenakan kaus bertuliskan GPK dari Magelang dan dari Yogyakarta,” imbuhnya.
read more...

Tragedi Temanggung 2011

image
SM/Juli Nugroho  PORAK PORANDA: Seorang anggota polisi menyaksikan kantin yang porak poranda dirusak massa pada kerusuhan di Temanggung, Selasa (8/2). Aksi kerusuhan itu diduga dipicu ketidakpuasan atas vonis lima tahun kepada terdakwa penistaan agama di PN Temanggung.(30)
TEMANGGUNG- Suasana Kota Temanggung semalam kembali tenang setelah dilanda kerusuhan siang hari sebelumnya. Dalam kerusuhan yang dipicu vonis terhadap terdakwa kasus penistaan agama itu, tiga gereja, sejumlah fasilitas umum, dan kantor polisi dirusak massa. Polisi menetapkan lima orang sebagai tersangka. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, namun 9 orang terluka dan dirawat di RSUD Temanggung.
SM/Juli Nugroho  Berdasarkan pantauan, semalam, sejumlah pertokoan di jantung kota, yakni di Jalan Sudirman dan Jl S Parman, yang ditutup saat terjadi kerusuhan, kembali dibuka dan melayani pembeli. Di samping itu, warung-warung tenda di beberapa jalan protokol dan di seputar alun-alun yang menjajakan makanan juga buka seperti biasanya.
Jalur lalu lintas dari arah Magelang, atau tepatnya setelah Terminal Madureso, yang ditutup saat pecah aksi massa pecah, sudah dibuka lagi dan berfungsi seperti biasa. Bus-bus umum dan angkudes serta kendaraan pribadi melintas dengan lancar. Kendari demikian, ratusan aparat kepolisian dan TNI dan TNI masih bersiaga di sejumlah lokasi untuk mengamankan situasi.
Kerusuhan di kota yang selama terkenal adem ayem itu bermula dari sidang kasus penistaan agama dengan terdakwa Antonius Richmond Bawengan (50). Majelis hakim PN Temanggung yang diketuai Dwi Dayanto menjatuhkan hukuman maksimal 5 tahun penjara sesuai dengan tuntutan jaksa. Namun, massa merasa tidak puas dan menginginkan terdakwa dihukum mati.
Sidang belum ditutup, tanpa dikomando pengunjung sidang merangsek ke depan dan berusaha menangkap Antonius. Puluhan personel kepolisian yang sudah bersiaga segera memasukkan terpidana ke mobil Brimob yang disiapkan di samping barat ruang sidang.
Meski terpidana berhasil diselamatkan, mobil tidak bisa langsung bergerak karena diadang massa. Mereka berteriak menuntut agar Antonius diturunkan dari mobil dan melempari kendaraan baja tersebut dengan berbagai benda keras. Konsentrasi massa baru terpecah setelah polisi berulang kali mengeluarkan tembakan gas air mata. Terpidana kemudian dibawa keluar dari gedung pengadilan menuju rumah tahanan.
Massa yang tak terkendali melempari gedung PN dengan batu, lalu merusak dan membakar mobil perintis Polres di depan kantor pengadilan. Ribuan orang kemudian bergerak menuju Gereja Katolik Santo Petrus-Paulus. Dengan leluasa mereka menghancurkan sejumlah fasilitas peribadatan yang tidak nampak dijaga aparat kepolisian tersebut.
Massa juga merusak Gereja Bethel dan Sekolah Kristen Sekinah di Jl Sutoyo. Hampir separo bangunan gereja itu rusak terbakar. Gereja Pantekosta di Indonesia (GPDI) Jl S Parman tak luput dari amukan massa.
Beberapa mobil dan motor dibakar.
Massa juga merusak kantor Mapolres Temanggung, dua pos polisi, dan sejumlah rambu lalu lintas. Selama aksi, mereka terus berteriak mengingatkan warga yang menyaksikan dari pinggir jalan agar tidak mengambil gambar, baik dengan kamera maupun ponsel. Namun ada beberapa warga yang nekat memotret sehingga nyaris menjadi korban amukan massa.
Sedikitnya tiga perusuh luka tembak dan dua lainnya luka terkena pecahan kaca serta lemparan batu. Mereka langsung dilarikan ke RSUD Temanggung. Kerusuhan itu melumpuhkan aktivitas warga. Sejumlah kantor bank dan toko, termasuk yang berada di kawasan Pasar Kliwon, langsung ditutup begitu gelombang massa berjalan menuju pusat kota.
Kerusuhan baru bisa diredam setelah sejumlah tokoh agama turun dan menenangkan massa. Usai bernegosiasi dengan polisi yang berjaga di sekitar gedung PN, sekitar pukul 12.30 massa membubarkan diri.
Usai kericuhan, suasana masih terlihat mencekam. Kendaraan polisi nampak berlalu lalang memantau situasi.
Seorang jemaat mengatakan, saat massa datang guru-guru Sekolah Kristen Sekinah sedang rapat.  Tiba-tiba saja, dari arah luar sekolah dihujani batu. Massa masuk melompat pintu gerbang sekolah yang dikunci.
Satpam tak mampu berbuat apa-apa ketika lobi dan satu ruang kelas dibakar. Selain menghujani batu dan merusak dengan senjata, diperkirakan mereka melemparkan bom molotov. Namun demikian tidak ada yang terluka dalam insiden itu.
”Kami tidak mengira kalau akan terjadi seperti ini. Tadi di sini kira-kira ada sekitar 30-an guru dan karyawan. Setelah mendengar ada ribut-ribut, mereka lari menyelamatkan diri ke belakang. Beruntung anak-anak hari ini diliburkan,” ujar seorang satpam Sekolah Kristen Shekinah.
Sementara itu, Gereja Pantekosta di Indonesia (GPDI) Tegowanuh, di Kecamatan Kaloran, yang berada di luar kota juga dirusak massa yang datang mengendarai mobil pikap dan sepeda motor.
”Kira-kira mereka berjumlah lima belas orang, langsung merusak pintu gerbang dan masuk gereja lewat pintu yang kebetulan tidak dikunci. Saya langsung lari menyelematkan diri dalam kamar,” kata seorang saksi.
Pendeta Simon Sudi (48) menjelaskan, peristiwa itu terjadi tidak berlangsung lama, hanya sekitar lima menit. Selain kaca, beberapa peralatan ibadah dan alat musik seperti keyboard dan drum rusak. Mobil pribadi milik Simon mengalami kerusakan, kaca bagian belakang pecah. Selain itu satu sepeda motor rusak.
Kerusuhan itu mengakibatkan sembilan orang luka-luka sehingga harus dilarikan ke RSUD Temanggung.
Mereka adalah Madiyo, Iwan, Sukarman, Solahudin, Raihanif, Supangat, Jirene, Cecep, dan Sriyati.
Namun belum jelas apakah mereka berasal dari massa yang anarkis atau warga sekitar.
Dikirimi SMS
Lima orang untuk sementara ditetapkan menjadi tersangka kerusuhan. Jumlah tersebut masih bisa bertambah. Hal itu diungkapkan Kapolda Irjen Edward Aritonang dalam jumpa pers di Polres Temanggung, kemarin.
Kapolda belum bisa menyebutkan identitas kelima tersangka itu. Menurutnya, para pelaku bukan warga Temanggung. Dia juga mengatakan, di antara massa yang datang menyaksikan persidangan dan selanjutnya melakukan perusakan itu, semula tidak berkeinginan berbuat seperti itu.
’’Di antaranya, ada yang datang karena dikirimi SMS atau pesan singkat dari saudaranya untuk mengikuti kegiatan dakwah, namun setelah berkumpul ternyata untuk menyaksikan persidangan dan melakukan perusakan,’’ ujarnya.
Dia mengatakan pula, pihaknya akan mendalami, apakah kerusuhan dan perusakan tersebut dilakukan para pelakunya secara spontan atau karena ada yang menghasut. Sebab, sejak awal, sebenarnya perkara yang disidangkan di Pengadilan Negeri Temanggung itu bukanlah kasus pertentangan agama, melainkan penodaan agama.
’’Dan yang merasa dinodai bukan hanya pemeluk agama Islam, tetapi penganut agama Kristen juga merasakannya,’’ tutur dia.
Ketua PN Temanggung, Dwi Dayanto mengatakan, vonis kepada tersangka dipercepat, selain karena perkaranya sebetulnya ringan namun sensitif, juga melihat kondisi sosiologis massa setiap persidangan. Dirinya juga telah berupaya memutuskan dengan adil sesuai dengan koridor hukum.
’’Undang-undang yang berlaku memang menentukan sanksi seberat-beratnya lima tahun. Jika masyarakat menghendaki lebih dari itu, perlu dilakukan perubahan terhadap ketentuan yang ada,’’ ujarnya.
Di Jakarta, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) GP Ansor Nusron Wahid memerintahkan ormas kepemudaan Nahdlatul Ulama itu dan Barisan Serbaguna (Banser)  di Temanggung dan Kedu bekerja sama dengan aparat keamanan dan elemen masyarakat lainnya  memberikan perlindungan terhadap warga dan ikut menjaga fasilitas publik serta tempat agama, termasuk gereja yang menjadi sasaran amuk massa.
Selain itu, menurut Nusron, Ansor akan mengerahkan anggota Banser untuk melakukan bakti sosial dalam bentuk membantu renovasi gereja, tempat ibadah, dan fasilitas umum yang rusak akibat amuk massa.
Menurutnya, perusakan itu tidak dapat ditoleransi secara hukum dan moral.
“Tidak ada ajaran agama apa pun yang memperbolehkan melakukan tindakan anarki, kendati dengan dalih menjalankan perintah agama,” kata Nusron. (H24,J1,dit,di-59)
read more...

Tragedi Temanggung 2011

Tiga Gereja Dirusak Massa
Penulis: Regina Rukmorini | Editor: Glori K. Wadrianto
Selasa, 8 Februari 2011 | 12:24 WIB
TRIBUN JOGJA/KRISNA KRISNA SUMARGO Suasana rusuh di sidang Richmond di PN Temanggung Jawa Tengah Selasa (8/2/2011).
TEMANGGUNG, KOMPAS.com — Setidaknya tiga gereja di Temanggung, Jawa Tengah, rusak karena menjadi sasaran amuk massa menyusul kerusuhan dalam persidangan kasus penistaan agama dengan terdakwa Antonius Richmond Bawengan di Pengadilan Negeri Temanggung, Selasa (8/2/2011).
Gereja Bethel Indonesia yang berjarak sekitar dua kilometer dari PN Temanggung mengalami kerusakan akibat pembakaran oleh kelompok massa tersebut. Sebuah bangunan sekolah taman kanak-kanak yang berada di lingkungan gereja terbakar pada sejumlah bagian. Termasuk enam unit motor hangus terbakar akibat insiden tersebut.
Selain itu, pembakaran juga terjadi di Gereja Pantekosta Temanggung. Belum diperoleh laporan mengenai dampak pembakaran di gereja tersebut. Sementara itu, Gereja Katolik Santo Petrus dan Paulus juga sempat dirusak massa. Bagian depan gereja rusak dilempari batu.
Kondisi terakhir di Kota Temanggung masih mencekam. Toko-toko di pusat kota menghentikan aktivitasnya. Sejumlah pedagang kaki lima pun harus tutup lebih cepat akibat kerusuhan ini. Sementara arus lalu lintas menjadi kacau-balau.
Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, sidang perkara penistaan agama ini diwarnai kerusuhan. Hanya sesaat setelah jaksa penuntut umum membacakan tuntutan 5 tahun untuk terdakwa Antonius, massa langsung menyerbu terdakwa dan meja sidang.
Segera setelah itu, majelis hakim langsung diamankan dan dilarikan ke luar ruang sidang. Massa di luar mengamuk, memecahkan kaca-kaca jendela, dan membakar kendaraan yang ada di sekitar gedung pengadilan.
Kasus yang menjerat warga asal Manado ini terjadi pada 3 Oktober 2010. Ketika itu Bawengan, yang menggunakan KTP Kebon Jeruk, Jakarta Barat, menginap di tempat saudaranya di Dusun Kenalan, Desa/Kecamatan Kranggan, Temanggung.
Sedianya ia hanya semalam di tempat itu untuk melanjutkan pergi ke Magelang. Namun, waktu sehari tersebut digunakan untuk membagikan buku dan selebaran berisi tulisan yang dianggap menghina umat Islam. Karena itu, sejak 26 Oktober 2010 ia ditahan
read more...

Tragedi Temanggung 2011

NU Kutuk Insiden Cikeusik dan Temanggung
Penulis: Inggried Dwi Wedhaswary | Editor: Inggried
Selasa, 8 Februari 2011 | 20:18 WIB
TRIBUNJOGJA.COM/KRISNA SETYA SUMARGO Polisi memblokade jalan di depan PN Temanggung, mengantisipasi meluasnya kerusuhan, Selasa (8/2/2011).
JAKARTA, KOMPAS.com — Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengutuk insiden kekerasan yang terjadi di Cikeusik, Pandeglang, Banten, dan Temanggung, Jawa Tengah. Sekelompok orang melakukan penyerangan terhadap Jemaah Ahmadiyah di Cikeusik, Pandeglang, Minggu (6/2/2011), yang menewaskan tiga orang warga. Hari ini, di Temanggung, terjadi kerusuhan massa yang merusak tiga gereja di kota itu. Dalam rilis yang diterima Kompas.com, Selasa (8/2/2011) malam, NU menyesalkan dan mengutuk perilaku dan kekerasan yang tak berperikemanusiaan tersebut.
"Menyerukan kepada pemerintah, khususnya aparat keamanan untuk meningkatkan perlindungan dan jaminan keselamatan atas para korban dan kelompok masyarakat rentan lainnya," demikian bunyi rilis yang ditandatangani Ketua Umum PBNU KH Said Agil Siraj tersebut.
Pemerintah juga diminta untuk mengambil langkah yang sungguh-sungguh untuk mengantisipasi kekerasan serupa. Kepada para pelaku tindak kekerasan, harus diberikan tindakan tegas sesuai hukum yang berlaku.
PBNU juga mengimbau agar masyarakat tak mudah terhasut dan terprovokasi ke arah tindakan kekerasan. Para ulama, jajaran pengurus NU di semua level, dan kaum Nahdliyin diharapkan bisa mengendalikan masyarakatnya agar tak terlibat dalam tindak kekerasan.
Dalam butir terakhir seruannya, PBNU mengajak para tokoh berbagai agama untuk meningkatkan komunikasi dan kerja sama untuk membangun suasana perdamaian dan kerukunan.
read more...

Tragedi Temanggung 2011

Kapolri: Massa dari Luar Temanggung
Penulis: Sandro Gatra | Editor: Inggried
Selasa, 8 Februari 2011 | 21:38 WIB
Dibaca: 8332
KRISTIANTO PURNOMO/KOMPAS IMAGES Kepala Polri Jenderal Polisi Timur Pradopo
JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Polri Jenderal Timur Pradopo mengatakan, massa yang melakukan kerusuhan di Temanggung, Jawa Tengah, Selasa (8/2/2011) siang, sebagian berasal dari luar Temanggung. Massa yang merusak tiga tempat ibadah dan membakar kendaraan milik kepolisian diperkirakan berasal dari kota-kota di wilayah Jawa Tengah.
"Dari informasi Kapolda (Kepala Polda Jawa Tengah Irjen Edward Aritonang) memang bukan hanya masyarakat Temanggung, tapi juga lingkungan Jawa Tengah," kata Kapolri di Mabes Polri, Selasa (8/2/2011) malam.
Kapolri mengatakan, satu orang yang ditangkap bukan warga Temanggung, namun berasal dari kota di sekitar Temanggung. Ketika ditanya apakah tersangka itu berasal dari ormas tertentu, Kapolri menjawab, "Kami belum mengurai sampai ke sana. Itu yang akan kami urai dan mudah-mudahan dalam waktu tidak lama akan kami ungkap tuntas," ujarnya
Seperti diberitakan, kerusuhan itu dipicu ketidakpuasan massa terhadap tuntutan untuk terdakwa Antonius Richmon B dalam perkara penistaan agama. Dia dituntut jaksa penuntut umum dengan hukuman penjara selama lima tahun.
Menurut Polri, Antonius tertangkap setelah menyebarkan selebaran yang menghina agama Islam dan Kristen ke rumah-rumah warga di Desa Kranggan, Temanggung. Sidang telah berlangsung selama tiga kali, yakni 20 Januari 2011, 27 Januari 2011, dan terakhir siang tadi.
read more...

Selasa, 08 Februari 2011

Tragedi Temanggung 2011

Gereja Dibakar, Temanggung Mencekam
Amuk massa ini dipicu putusan sidang penistaan agama.
Selasa, 8 Februari 2011, 12:57 WIB
Siswanto
VIVAnews – Gereja Kristen dan Katolik yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman, Temanggung, Jawa Tengah, dirusak massa. Amuk massa ini dipicu pembacaan tuntutan di sidang penistaan agama di PN Temanggung, Jawa Tengah, Selasa siang, 8 Februari 2011 siang. Massa yang tidak puas dengan tuntutan lima tahun penjara untuk terdakwa Antonius Richmond Bawengan, mengamuk dan menggulingkan truk polisi.
Menurut keterangan Romo Budi yang dihubungi VIVAnews.com, gereja Kristen yang dirusak massa ialah gereja Pantekosta. “Massa membakar pagar dan kendaraan, sekarang api sudah mulai masuk ke gereja,” kata Romo Budi.

Massa juga menjadikan gereja Katolik sebagai sasaran perusakan. Bangunan untuk beribadah ini, kata Romo Budi, dilempari batu. Informasi terakhir yang diterima Romo Budi dari lokasi menyebutkan bahwa siang ini situasi masih panas. “Sekarang masih mencekam,” katanya.

Romo Budi mengakui aksi perusakan tempat ibadah ini dilatarbelakangi ketidakpuasan pengunjuk rasa terhadap hasil sidang yang digelar pada pukul 09.00-10.00 WIB tadi. “Perusakan kabarnya dimulai dari dalam sidang, lalu menjalar ke luar, ke sepanjang Jalan Sudirman,” katanya. (umi)
Baca Juga
Antonius Juga Melecehkan Agama Katolik
Foto Rusuh Temanggung
Kronologi Kerusuhan Temanggung
read more...

Tragedi Temanggung 2011

Mobil-mobil Hangus 'Hiasi' Gereja Pantekosta
Malam ini, jemaat masih membersihkan puing-puing sisa kerusuhan.
Selasa, 8 Februari 2011, 20:51 WIB
Antique
VIVAnews - Dari Tiga Gereja yang diamuk massa terkait sidang penistaan agama dengan terdakwa Anthonius Richmond Bawengan, Gereja Pantekosta yang terletak di Jalan Soedirman Temanggung, Jawa Tengah paling parah kondisinya. Gereja ini sempat dibakar.

Amuk massa ini dipicu putusan sidang penistaan agama di PN Temanggung, Jawa Tengah, Selasa, 8 Februari 2011 siang. Massa tidak puas dengan vonis lima tahun untuk terdakwa Antonius Richmond Bawengan.

Menurut Sutarjo (54 tahun), penjaga Gereja Pantekosta, ratusan massa tersebut membakar tiga buah mobil, yang terdiri dari satu mobil Chevrolet keluaran terbaru, dua mobil Carry, dan enam sepeda motor yang parkir di garasi belakang gereja.

"Api yang membakar mobil di garasi dan parkiran belakang gereja sampai menjilat ruang aula atas bagian belakang dan membakar dua buah TV, kursi-kursi serta meja-meja," kata dia kepada VIVAnews.com di Temanggung, Selasa 8 Februari 2011.

Untungnya, dia menambahkan, ruangan dalam gereja tidak ada yang terbakar, meski kaca-kaca pintu dan jendela pecah semua. "Hingga saat ini, para jamaat sedang membersihkan gereja yang beratakan dan penuh kaca-kaca yang berserakan," tuturnya.
Laporan: Erick Tanjung | Yogyakarta, umi
read more...

Total Tayangan Halaman

Diberdayakan oleh Blogger.

About Me

Foto Saya
anto1669
welcome and congratulations to explore my blog and get experience, you need ... God bless you
Lihat profil lengkapku